8 Tempat Kuliner Malam Jogja yang Enak

Indah
By: Indah December Wed 2025
kuliner malam jogja

Hidden Wisata – Jogja bukan cuma soal wisata budaya dan alam. Saat matahari terbenam, kota ini justru semakin hidup lewat deretan kuliner malam Jogja yang legendaris, murah, dan penuh cita rasa khas. Mulai dari gudeg tengah malam, angkringan pinggir jalan, sampai makanan pedas ekstrem—semuanya siap memanjakan lidah siapa pun yang lapar di malam hari.

Artikel ini akan mengajak kamu menyusuri rekomendasi kuliner malam Jogja paling favorit, lengkap dengan alasan kenapa tempat-tempat ini selalu ramai diburu wisatawan dan warga lokal.

Kenapa Kuliner Malam Jogja Selalu Diburu?

Ada beberapa alasan kenapa kuliner malam Jogja begitu istimewa:

  • 🌙 Banyak yang buka sampai larut malam bahkan dini hari
  • 💸 Harga ramah kantong, cocok buat backpacker & mahasiswa
  • 🍲 Cita rasa khas Jawa yang susah ditemukan di kota lain
  • 🧑‍🤝‍🧑 Suasana hangat & akrab, bikin betah nongkrong lama

Tak heran kalau wisata kuliner malam di Jogja sering jadi agenda wajib selain jalan-jalan.

Rekomendasi Tempat Kuliner Malam di Jogja

Hemm, buat kamu yang udah penasaran mengenai tempat kuliner malam di Jogja yang gak kalah enak dari restorant, yuk cek beberapa rekomendasi dari tim Hidden Wisata berikut ini:

1. Gudeg Pawon

Gudeg Pawon kuliner malam jogja

Kalau ngobrol soal kuliner malam Jogja, Gudeg Pawon hampir selalu masuk daftar wajib. Tempat ini terkenal bukan cuma karena rasanya, tapi juga konsepnya yang unik. Kamu benar-benar makan gudeg langsung di area dapur rumah pemiliknya. Suasananya sederhana, hangat, dan terasa sangat “Jogja banget”. Gudeg yang disajikan adalah gudeg basah dengan rasa manis-gurih seimbang, dipadukan dengan krecek pedas dan ayam kampung yang empuk.

Yang bikin Gudeg Pawon spesial sebagai kuliner malam adalah jam bukanya yang tidak biasa. Biasanya mulai buka sekitar malam hari, tapi sering kali habis sebelum tengah malam karena pengunjungnya membludak. Jadi kalau kamu lagi hunting kuliner malam Jogja yang legendaris, datang lebih awal adalah kunci.

Alamat: Jl. Janturan UH/IV No.36, Umbulharjo, Kota Yogyakarta.

2. Gudeg Bromo Bu Tekluk

Gudeg Bromo Bu Tekluk

Buat kamu yang ingin menikmati gudeg di jam yang lebih larut, Gudeg Bromo Bu Tekluk bisa jadi pilihan aman. Sebagai salah satu ikon kuliner malam Jogja, tempat ini terkenal buka dari malam hingga dini hari. Cita rasanya cenderung lebih gurih dibanding gudeg lain, dengan porsi yang cukup mengenyangkan. Kreceknya pedas, sambalnya mantap, dan lauknya lengkap—pas banget buat kamu yang benar-benar lapar setelah keliling kota.

Lokasinya juga strategis dan mudah dijangkau, sehingga sering jadi persinggahan wisatawan maupun warga lokal. Gudeg Bromo Bu Tekluk cocok buat kamu yang ingin makan berat di malam hari tanpa khawatir kehabisan. Nggak heran kalau tempat ini selalu ramai dan konsisten masuk rekomendasi kuliner malam Jogja favorit dari tahun ke tahun.

Alamat: Jl. Affandi (Gejayan) No.6, Sleman, Yogyakarta.

3. Bu Narti Super Spicy

Bu Narti Super Spicy kuliner malam jogja

Buat kamu pecinta pedas garis keras, Bu Narti Super Spicy adalah salah satu destinasi kuliner malam Jogja yang wajib dicoba. Menu andalannya tentu saja oseng mercon dengan potongan daging yang cukup besar dan cabai rawit super melimpah. Sekali suapan, sensasi pedasnya langsung terasa nendang, tapi tetap seimbang dengan rasa gurih dari bumbu khasnya.

Tempat ini sering ramai saat malam hari, terutama oleh anak muda dan wisatawan yang penasaran dengan level pedas ekstremnya. Meski terkenal “kejam” soal cabai, rasa oseng mercon di Bu Narti tetap nikmat dan bikin ketagihan. Cocok buat kamu yang ingin tantangan rasa sambil menjelajah kuliner malam Jogja yang hits dan viral.

Alamat: Jl. Menteri Supeno No.62, Sorosutan, Umbulharjo, Kota Yogyakarta.

4. Oseng Mercon Mbok Sum

Oseng Mercon Mbok Sum

Kalau kamu cari oseng mercon dengan cita rasa lebih rumahan, Oseng Mercon Mbok Sum bisa jadi pilihan pas. Sebagai bagian dari kuliner malam Jogja yang legendaris, tempat ini menyajikan oseng mercon dengan rasa pedas yang tetap “bersahabat”, tapi masih cukup bikin keringetan. Perpaduan cabai, daging, dan bumbu tradisionalnya terasa lebih medok dan autentik.

Suasananya sederhana dan nggak neko-neko, justru itulah yang bikin banyak orang betah. Oseng Mercon Mbok Sum cocok buat kamu yang ingin makan pedas di malam hari tanpa kehilangan rasa gurih khas masakan Jogja. Nggak heran kalau tempat ini sering jadi langganan warga lokal yang berburu kuliner malam Jogja favorit.

Alamat: Jl. KH. Ahmad Dahlan, Ngampilan, Kota Yogyakarta.

5. Angkringan Pak Jabrik

Angkringan Pak Jabrik kuliner malam jogja

Angkringan memang sudah jadi identitas kuat kuliner malam Jogja, dan Angkringan Pak Jabrik adalah salah satu yang paling dikenal. Di sini kamu bisa menikmati nasi kucing dengan berbagai lauk sederhana seperti sambal teri, tempe bacem, sate usus, sate telur puyuh, hingga gorengan hangat. Menu minumannya juga khas, mulai dari teh panas sampai kopi joss yang ikonik dengan arang membara.

Yang bikin Angkringan Pak Jabrik selalu ramai adalah suasananya yang akrab dan apa adanya. Duduk lesehan, ngobrol santai, dan makan tanpa ribet jadi pengalaman khas yang bikin banyak orang betah berlama-lama. Cocok banget buat kamu yang ingin merasakan kuliner malam Jogja murah meriah sambil menikmati atmosfer malam kota yang tenang.

Alamat: Jl. Kaliurang KM 5, Depok, Sleman, Yogyakarta.

6. Malioboro (Angkringan Malioboro)

Kalau kamu jalan malam di kawasan Malioboro, hampir mustahil melewatkan deretan angkringan yang berjejer di sepanjang jalan. Angkringan Malioboro menjadi bagian penting dari pengalaman makan malam Jogja, karena buka hingga tengah malam bahkan dini hari. Menu yang ditawarkan kurang lebih sama—nasi kucing, sate-satean, gorengan, dan minuman hangat—tapi sensasinya terasa berbeda karena kamu makan sambil menikmati hiruk-pikuk kota.

Lampu jalan, pedagang kaki lima, alunan musik jalanan, dan obrolan santai para pengunjung membuat suasana makan jadi lebih hidup. Angkringan Malioboro cocok buat kamu yang ingin nongkrong ringan tanpa rencana, sekadar mengisi perut setelah jalan-jalan, atau menutup malam dengan cara paling sederhana ala Jogja.

Lokasi: Sepanjang Jl. Malioboro, Kota Yogyakarta.

7. Soto Sampah

Soto Sampah

Dari namanya memang terdengar nyeleneh, tapi jangan salah—Soto Sampah justru jadi salah satu favorit kuliner malam Jogja yang selalu ramai. Disebut “sampah” karena isian sotonya super lengkap dan beragam, mulai dari ayam suwir, kol, tauge, bihun, hingga taburan bawang goreng yang melimpah. Kuahnya bening tapi gurih, pas banget dinikmati saat malam hari.

Soto Sampah biasanya jadi incaran orang-orang yang cari makanan berkuah setelah lelah jalan-jalan. Bukanya sampai larut malam, bahkan sering ramai menjelang tengah malam. Buat kamu yang ingin makan hangat, ringan tapi tetap mengenyangkan, tempat ini cocok banget masuk daftar tempat makan malam Jogja yang wajib dicoba.

Alamat: Jl. Kranggan No.20, Jetis, Kota Yogyakarta.

8. Wedang Ronde Lek Dhie

Setelah puas makan berat, wedang ronde jadi pilihan pas untuk menutup petualangan kuliner malam Jogja. Minuman tradisional ini terkenal dengan kuah jahe hangat yang aromanya menenangkan. Isian rondenya kenyal, berpadu dengan kacang sangrai, kolang-kaling, dan roti tawar yang bikin rasanya makin lengkap.

Wedang ronde cocok banget dinikmati sambil duduk santai di malam hari, apalagi kalau cuaca lagi dingin atau setelah hujan. Selain menghangatkan tubuh, wedang ronde juga bikin badan lebih rileks setelah seharian keliling Jogja. Nggak heran kalau minuman ini jadi salah satu penutup favorit dalam perjalanan kuliner malam Jogja.

Alamat: Jl. AIP II KS Tubun No.45, Gondomanan, Kota Yogyakarta.

Penutup

Sebagai penutup, kuliner malam Jogja bukan sekadar soal mengisi perut, tapi juga tentang menikmati suasana, cerita, dan kehangatan kota yang tak pernah benar-benar tidur. Dari gudeg legendaris, oseng mercon pedas, angkringan sederhana, sampai soto dan wedang ronde yang menghangatkan, semuanya punya daya tarik masing-masing.

Jadi, kalau kamu sedang atau berencana ke Jogja, jangan lewatkan petualangan rasa di malam hari—karena justru di sanalah Jogja terasa paling hidup dan berkesan.